1. Tujuan
Standarisasi proses produksi kentang G2 ke G3 di tingkat petani sehingga dapat menghasilkan kentang yang berkualitas dengan hasil yang menguntungkan.
2. Ruang Lingkup
Produksi benih kentang G2 ke G3 ini meliputi perbanyakan benih kentang dengan proses produksi di lahan dengan menggunakan media tanah yang subur dan sesuai dengan standar.
3. Uraian Umum
3.1 Syarat Tumbuh Tanaman Kentang
Tanaman kentang tidak menghendaki kekeringan, meskipun sangat peka terhadap air yang berlebih, terutama air yang menggenang. Jika terlalu kering maka suhu tanaman akan menjadi panas dan kelembabannya akan turun. Umbi kentang memerlukan suhu dingin dengan kelembaban yang tinggi.
Daerah yang cocok untuk budidaya kentang adalah di daerah pegunungan dengan ketinggian antara 1.000–3.000 mdpl, di mana suhu lingkungan pada ketinggian tersebut relatif dingin dan sangat berpengaruh dalam proses budidaya kentang. Penggunaan media tanam yang baik juga sangat berpengaruh, pada kondisi iklim mikro tertentu maka akan membutuhkan jenis media tanam yang berbeda. Adapun kondisi iklim mikro yang ideal untuk kentang adalah pada kondisi:
3.2 Seleksi Lahan & Petani
Seleksi lahan & petani bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan & produktivitas tanaman kentang sehingga menghasilkan umbi kentang sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan seleksi lahan & petani, meliputi:
- Kompetensi petani: Petani memiliki kompetensi dan pengetahuan tentang standar budidaya dan pembibitan kentang.
- Modal: Petani memiliki modal/kondisi keuangan yang memadai.
- Infrastruktur: Petani memiliki infrastruktur produksi benih kentang yang layak dan memadai (akses jalan, gudang, dan sistem pengairan).
- Rotasi lahan: Lahan yang digunakan untuk produksi benih kentang sudah dirotasi 2 (dua) musim dengan tanaman non-solanaceae atau lahan diberakan minimal 9 (sembilan) bulan.
- Uji tanah & NSK: Pengambilan sampel tanah untuk dilakukan uji lab; memastikan tanah bebas dari Nematoda Sista Kentang (NSK).
3.3 Standar Sertifikasi Benih Kentang
Sertifikasi kelulusan benih kentang ditentukan oleh lembaga sertifikasi (BPSB etc). Dalam memproduksi benih kentang G2 ke G3 di lahan dilakukan paling sedikit 2 kali, meliputi:
- Sebelum tanamInspek Pra TanamPemeriksaan pendahuluan dilakukan sebelum tanam (kebenaran lokasi dan benih).
- 30–40 HSTInspek Tanam — pemeriksaan ke-1Pemeriksaan pertanaman pada fase vegetatif.
- 50–70 HSTInspek Tanam — pemeriksaan ke-2Pemeriksaan pertanaman pada fase generatif.
4. Teknologi Produksi Benih Kentang
✅ Akses aktif — Versi Lengkap🔒 Bab 4 Terkunci
Teknologi produksi benih kentang (Bab 4.1–4.12) tersedia untuk pelanggan yang sudah membeli benih.
Nomor pesanan tercantum di pesan WhatsApp saat Anda checkout. Panduan terbuka setelah pesanan dikonfirmasi admin.
Belum punya pesanan? Lihat Katalog Benih →