← Kembali ke Beranda
Logo BEKEN SEEDS pada dokumen standar
Panduan Produksi · BEKEN SEEDS

Standar Teknologi Produksi G2–G3 Petani

PT HOLANDO SEJAHTERA
No. Dokumen
005/KHS/SP.PRD- Rev.2
Tanggal
20 Februari 2026
Dibuat
Faulus DFS
Disetujui
Asep Subandi
Revisi
2

Dokumen standar internal PT HOLANDO SEJAHTERA untuk produksi benih kentang G2 ke G3 di tingkat petani.

1. Tujuan

Standarisasi proses produksi kentang G2 ke G3 di tingkat petani sehingga dapat menghasilkan kentang yang berkualitas dengan hasil yang menguntungkan.

2. Ruang Lingkup

Produksi benih kentang G2 ke G3 ini meliputi perbanyakan benih kentang dengan proses produksi di lahan dengan menggunakan media tanah yang subur dan sesuai dengan standar.

3. Uraian Umum

3.1 Syarat Tumbuh Tanaman Kentang

Tanaman kentang tidak menghendaki kekeringan, meskipun sangat peka terhadap air yang berlebih, terutama air yang menggenang. Jika terlalu kering maka suhu tanaman akan menjadi panas dan kelembabannya akan turun. Umbi kentang memerlukan suhu dingin dengan kelembaban yang tinggi.

Daerah yang cocok untuk budidaya kentang adalah di daerah pegunungan dengan ketinggian antara 1.000–3.000 mdpl, di mana suhu lingkungan pada ketinggian tersebut relatif dingin dan sangat berpengaruh dalam proses budidaya kentang. Penggunaan media tanam yang baik juga sangat berpengaruh, pada kondisi iklim mikro tertentu maka akan membutuhkan jenis media tanam yang berbeda. Adapun kondisi iklim mikro yang ideal untuk kentang adalah pada kondisi:

Ketinggian
1.000–3.000 mdpl
Daerah pegunungan
Suhu
15–22°C
Optimalnya 18–20°C
Kelembaban udara
80%–90%
Penyinaran matahari
Tidak ternaungi
Pengairan
Normal
Dan bersih dari penyakit
Kemiringan lahan
Maks. 30°
pH tanah
6–6,5

3.2 Seleksi Lahan & Petani

Seleksi lahan & petani bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan & produktivitas tanaman kentang sehingga menghasilkan umbi kentang sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan seleksi lahan & petani, meliputi:

  • Kompetensi petani: Petani memiliki kompetensi dan pengetahuan tentang standar budidaya dan pembibitan kentang.
  • Modal: Petani memiliki modal/kondisi keuangan yang memadai.
  • Infrastruktur: Petani memiliki infrastruktur produksi benih kentang yang layak dan memadai (akses jalan, gudang, dan sistem pengairan).
  • Rotasi lahan: Lahan yang digunakan untuk produksi benih kentang sudah dirotasi 2 (dua) musim dengan tanaman non-solanaceae atau lahan diberakan minimal 9 (sembilan) bulan.
  • Uji tanah & NSK: Pengambilan sampel tanah untuk dilakukan uji lab; memastikan tanah bebas dari Nematoda Sista Kentang (NSK).

3.3 Standar Sertifikasi Benih Kentang

Sertifikasi kelulusan benih kentang ditentukan oleh lembaga sertifikasi (BPSB etc). Dalam memproduksi benih kentang G2 ke G3 di lahan dilakukan paling sedikit 2 kali, meliputi:

  • Sebelum tanam
    Inspek Pra TanamPemeriksaan pendahuluan dilakukan sebelum tanam (kebenaran lokasi dan benih).
  • 30–40 HST
    Inspek Tanam — pemeriksaan ke-1Pemeriksaan pertanaman pada fase vegetatif.
  • 50–70 HST
    Inspek Tanam — pemeriksaan ke-2Pemeriksaan pertanaman pada fase generatif.

4. Teknologi Produksi Benih Kentang

4.1 Persiapan Lahan
4.2 Pemupukan Dasar
4.3 Cara Tanam
4.4 Pembumbunan
4.5 Penyiangan
4.6 Pemupukan Susulan
4.7 Penyiraman
4.8 Pengendalian OPT
4.9 Rouging
4.10 Panen
4.11 Penanganan Pasca Panen
4.12 Hama dan Penyakit

🔒 Bab 4 Terkunci

Teknologi produksi benih kentang (Bab 4.1–4.12) tersedia untuk pelanggan yang sudah membeli benih.

Nomor pesanan tercantum di pesan WhatsApp saat Anda checkout. Panduan terbuka setelah pesanan dikonfirmasi admin.

Belum punya pesanan? Lihat Katalog Benih →
💬